Senin, 25 Januari 2016

Jurus-jurus Tahap Keenam

JURUS-JURUS TAHAP KEENAM



Pengenalan dari Jurus-jurus Tahap Keenam

Di tahap keenam ini, saya akan memberikan inti dari jurus-jurus tahap keenam yang memiliki fungsi untuk menyamarkan diri seperti siluman dan untuk pengabaran. Dalam dunia ilmu beladiri, inti dari jurus ini adalah agar semua orang yang berniat jahat menjadi buta dan tidak dapat melihat wujud anda baik secara nyata maupun secara ghaibnya, serta tidak dapat dideteksi oleh siapapun dan apapun juga.

Dengan memiliki inti dari jurus ini, berarti anda memiliki kemampuan untuk menyamarkan diri anda menjadi hal-hal atau sesuatu yang dapat melepaskan diri anda dari penglihatan dan niat-niat jahat dari makhluk-makhluk yang berniat untuk mencelakai anda baik secara langsung maupun tidak langsung.

Inti dari jurus tahap keenam ini disebut Ajian Pengendapan Gunung Geni artinya siapapun dia yang berniat jahat terhadap si pemilik inti jurus ini maka dia/mereka harus berhadapan langsung dengan 1000 raksasa berambut api yang sangat kuat, tinggi-besar, menyeramkan dan tak terbayangkan apabila ada orang yang ingin coba-coba untuk menembus pertahanan dari inti jurus ini.

Secara lahiriah/fisik, penglihatan mereka dihalang-halangi oleh seribu raksasa berambut api yang mengelilingi diri si pemilik inti jurus ini sehingga si pemilik inti jurus ini dapat menyamar menjadi apa saja yang dia inginkan untuk mengelabui/melepaskan dirinya dari kejahatan orang-orang dan makhluk-makhluk halus yang ada disekitar si pemilik inti jurus ini.

Dan siapapun yang mencoba melanggar dari garis benteng pertahanan dari inti jurus ini maka dia akan langsung berhadapan dengan seribu raksasa berambut api yang siap menerkam mangsanya dengan lahap tanpa menyisakan apapun termasuk bau dan jejak para mangsanya.


Inilah Ritual Lelaku Dalam Mempelajari Ajian Pengendapan Gunung Geni :
  1. Sediakan waktu khusus selama 3 hari untuk lelaku puasa mutih...
  2. Sebelum menjalani lelaku, tepat jam 12 malam, kerjakanlah mandi jinabat (adus keramas mandi besar) untuk membersihkan diri dari segala kotoran dhahir dan bathin anda...
  3. Kerjakanlah 2 raka'at sholat hajat dan dilanjutkan dengan pembacaan do'a ajian ini sebanyak 111x ulangan dan diakhiri dengan peniupan pada kedua telapak tangan dan disapukan hingga merata ke sekujur tubuh anda...
  4. Setelah itu, anda dipersilahkan untuk menyantap makan sahur secara mutih dengan minum cukup segelas air putih tanpa pemanis...
  5. Tidurlah sejenak hingga waktu sholat shubuh tiba. Bacaan do'a ajian tersebut harus selalu diamalkan pembacaannya disetiap selesai melaksanakan sholat fardhu 5 waktu sebanyak yang masing-masingnya 7x ulangan dengan menahan napas dalam pembacaannya. Untuk bacaan yang terakhir, ditutup dengan meniupkan kepada kedua telapak tangan anda dan sapukan hingga merata ke sekujur tubuh anda...
  6. Begitu seterusnya hingga tiba waktu lelaku hari ketiga. Pada waktu hari ketiga tersebut, tidak diperbolehkan untuk tidur sehari semalam suntuk. Dari ketika anda makan sahur hingga terbit fajar dihari berikutnya sekitar jam 8 pagi hari...
  7. Do'a ajian ketika selesai melaksanakan lelaku, harap selalu dirawat walaupun cuma 1x bacaan saja setiap harinya...
 
Do'a Ajian Pengendapan Gunung Geni yang diamalkan :

"Bismillaahir Rahmaanir Rahiim...
Allahumma... Gunung Geni Pangadegku...
Gelap Sewu Suwaraku...
Rep-Sirep Sing Ndeleng Maring Aku...
Gunung Geni Onok Ngarepku...
Dadi Bebenteng Tingkah Sak Polahku...
Amiin..."

 
Aplikasi Penggunaan dari Ajian Pengendapan Gunung Geni :
 Ketika berhadapan dengan lawan yang diyakini akan mencelakai diri anda, maka do'a ajian dibaca cukup 1x dengan tahan napas. Kemudian tiupkan melalui mulut anda ke arahnya. Insya Allah, lawan yang berniat jahat tersebut akan tenggelam dalam barisan gunung yang apinya menyala-nyala sehingga menciutkan nyalinya hingga lawan akan kebingungan untuk mencari ke arah mana dia/mereka akan keluar dari kepungan api yang berkobar-kobar dari gunung geni ciptaan anda secara ghaib tersebut.

 
Pesan dari Ajian Pengendapan Gunung Geni:
Gunakan secara bijaksana dengan kebutuhan yang memang patut untuk digunakan. Karena ajian inipun sangat berbahaya, khususnya bagi mental dan kejiwaan yang terimbas karena ajian ini.

Sekian dulu untuk postingan kali ini, semoga bermanfaat dan nanti kita lanjut lagi membacanya pada postingan saya yang lainnya yang berjudul Jurus-jurus Tahap Ketujuh. Semoga dapat menambah pengetahuan dan pengalaman anda didalam dunia ilmu beladiri.

Terima kasih banyak atas segala kunjungannya..... Wassalam.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar