Minggu, 03 Januari 2016

Tekhnik Penyerap Sukma

TEKHNIK PENYERAP SUKMA



Pengenalan dari Tekhnik Penyerap Sukma

Tekhnik Penyerap Sukma adalah salah satu ilmu beladiri yang dapat menyerap semua kesaktian-kesaktian lawan dalam waktu sekejap hingga seluruh kesaktian yang dimiliki oleh lawan akan menjadi kering bersama si pemilik kesaktian tersebut.

Jadi tekhnik ini dapat menyerap seluruh energi, kekuatan dan kesaktian-kesaktian yang dimiliki musuh sehingga musuh tersebut menjadi lemah laksana orang tua renta yang sedang sekarat yang tidak memiliki kekuatan/tenaga maupun kesaktian apa-apa.

Sehingga siapapun yang memiliki tekhnik ini dengan baik maka dia akan memiliki banyak tenaga, kekuatan dan kesaktian tambahan dari setiap lawan-lawannya. Keunggulan dari tekhnik ini adalah selain dapat menyerap kekuatan, tenaga dan segala kesaktian yang dimiliki oleh lawan, tekhnik ini juga dapat menyerap kekuatan sukma lawan hingga benar-benar kering baik jiwa lawan maupun raganya.

Fungsi-fungsi lainnya dari tekhnik ini antara lain adalah :
  • Dapat menetralisir kekuatan lawan yang telah atau berbuat jahat untuk mencelakai keselamatan diri anda...
  • Dapat menghisap saripati (inti energi) dari kekuatan lawan yang akan menzhalimi diri anda...
  • Dapat dijadikan serangan pamungkas untuk menghancur-leburkan lawan...


Baiklah, tidak perlu basa-basi lagi... kita langsung ke rahasianya yaitu kekuatan inti dari Tekhnik Penyerap Sukma ini...

Persyaratan untuk menguasai kekuatan inti dari Tekhnik Penyerap Sukma ini, antara lain adalah :
  1. Lelaku puasa mutih selama 3 hari selama 7 Purnama (bulan) secara berturut-turut tanpa putus yang diawali pada hari Anggoro Kasih (= Selasa Kliwon pada penanggalan versi jawa)...
  2. Puasa mutih yang dimaksud adalah puasa sunnah yang diawali dengan makan "Sahur" dan diakhiri dengan "Berbuka = membatalkan masa puasa" hanya menyantap makanan "bubur" atau nasi putih yang encer tanpa rasa maupun lauk-pauknya dan dengan segelas air putih tanpa rasa pula...
  3. Sebelum masa lelaku puasa tersebut dimulai, tepat pada malam menjelang riyadhoh/lelaku, awali dengan sesuci dhahir dan sesuci bathin terlebih dahulu...
  4. Sesuci dhahir dengan membersihkan kotoran fisik dengan mandi jinabat (=besar) pada malam hari tepat pada pukul 12 malam...
  5. Lanjutkan dengan sesuci bathin dengan mengerjakan sholat hajat 4 raka'at...
  6. Setiap selesai membaca surat Al-Fatihah dilanjutkan dengan membaca Q.S Al-Fiil (=gajah) sebanyak 10x ulangan setiap raka'atnya, sehingga total keseluruhan Q.S Al-Fiil 40x...
  7. Setelah salam, lanjutkan dengan mengerjakan sholat sunnah tasbih 4 raka'at...
  8. Setelah salam, kerjakan beberapa wirid amalan anda, kemudian bacaan amalan do'a dari inti tekhnik ini sebanyak 7x ulangan dengan menahan sistem pernapasan anda dalam setiap 1x bacaannya...
  9. Kemudian berdo'alah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar hajat anda terkabulkan untuk memiliki semua kekuatan dari Tekhnik Penyerap Sukma ini secara sempurna...
  10. Selanjutnya anda dapat mengawali lelaku puasa mutih ini dengan niat makan sahur dihari pertama hingga hari ketiga...
  11. Khusus pada hari ketiga, anda tidak diperkenankan untuk tidur setelah makan sahur hingga akhir masa lelaku anda pada terbit fajar dihari berikutnya sekitar pukul 8 pagi...
  12. Kerjakan aturan lelaku kekuatan inti dari Tekhnik Penyerap Sukma ini hingga 7x Purnama (=bulan) dan setiap hari Selasa Kliwon tersebut...
  13. Untuk amalan do'a tekhnik ini, harus diwirid bacaannya setiap kali selesai mengerjakan ibadah sholat Shubuh dan Maghrib sebanyak 3x ulangan dengan aturan cara pembacaan yang sama...

Do'a Amalan Yang Dibaca (kekuatan inti dari Tekhnik Penyerap Sukma) :

"Bismillaahir rahmaanir rahiim...
Sun amatek ajiku Netra Dahana...
Angruwat nafsuning Betara Kala...
Sesuci saka angkaraning Dasamuka...
Kang ngabolo jin, setan, iblis laknatullah...
Lebur saka dening soroting netra suci...
Ajur lebur mumur saka pinayunganing Gusti Allah...
Laa Khaula Walaa Quwwata Illaabillahi 'Aliyyil Azhima..."


Bila dipelajari secara terpisah dari yang lainnya agar digunakan sebagaimana mestinya dengan tetap berpegang pada koridor (=sikap) ksatria. Nah, sekian dulu postingan kali ini, nanti kita sambung lagi pada postingan yang lainnya yang berjudul Ilmu Sang Pemusnah Jiwa dan semoga bermanfaat.

Terima kasih banyak atas segala kunjungannya dan semoga apa yang saya sajikan dapat menambah pembendaharaan ilmu pengetahuan terutama dalam bidang ilmu beladiri. Wassalam...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar